Sosial Media bisa digunakan oleh siapa saja, bisa digunakan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa, karena penggunaan sosial media tidak terkhususan. Sosial media seperti Facebook, twitter, instagram, path dan lain-lain memiliki pengguna yang banyak bisa mencapai ratusan juta pengguna. Terutama Facebook dan Twitter yang sangat digandrungi oleh masyarakat terutama dikarenakan pengguna bisa membagikan informasi tersebut.
Maraknya penggunaan sosial media dimanfaatkan oleh beberapa orang atau kelompok dalam melejitkan usahanya melalui sosial media (olshop= online shopping) dan juga produsen perusahaan media dalam mengembangkan medianya.
Ada beberapa produsen perusahaan media yang menggunakan fans fage facebook agar medianya bisa lebih dikenal oleh masyarakat atau hanya untuk sekedar mengetahui informasi yang diberikan oleh media tersebut disukai atau tidaknya oleh masyarakat.
Namun ada beberapa hal yang bisa menjadikan perusahaan media hancur dikarenakan juga oleh sosial media, karena terlalu cepatnya pemberian informasi melalui sosial media, itu bisa menjadi suatu informasi yang mudah diterima oleh masyarakat tanpa mengetahui jelas kebenarannya.
Situs sosial media bergantung hanya pada user-generated content. Inilah sebabnya mengapa jenis situs tersebut telah menjadi begitu popular. Lebih dari 20 juta orang setiap hari menjadi penggemar dari bisnis. Facebook mengarahkan pengguna online lebih dai Google, dan 7 persen dari lalu lintas bisnis berjalan melalui facebook, yang lebih dari dua kali lalu lintas bisnis yang bejalan melalui Google.
Perusaahan online menggunakan pemasaran Sosial Media untuk memanfaatkan waktu sosial konsumen. Layanan sosial media pemasaran meliputi menangkap perhatian audiens yang bisa mengekspresikan minat masyarakat pada suatu perusahaan termasuk perusahaan bisnis.
Ini bukan berarti sosial media ada pada urutan pertama, namun hal ini harus tetap diperhatikan, karena peran media sosilal berbasis online dalam membangun citra perushaan yang dirasa cukup efektif, sebagai pilar dari marketing dan public relation tool.
Media sosial dalam hal ini dibedakan dari masing-masing fitur, karena memang ada perbedaan mendasar antara Facebook, Twitter, Google Plus dan lain-lain, namun setidaknya dalam mendukung strategi bisnis, ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan:
1.Mudah diaksesnya media sosial dari perangkat yang sederhana hingga canggih simpelnya pesan cenderung mudah dicerna dalam waktu singkat,
2.Upaya yang one to many, artinya di posting seseorang yang mewakili perusahaan namun bisa menjangkau banyak pelanggan cepat dalam distribusi informasi,
3.Cepat dalam distribusi informasi
4.Adanya notifikasi dalam bentuk email, sehingga informasi bisa diakses lebih dini dan cepat.
Namun saat ini pentingnya membangun citra perusahaan menggunakan media sosial seperti Facebook, twitter dan google plus masih terbatas kepada upaya mendorong informasi perusaahan ke masyarakat, tidak dalam upaya melibatkan masyarakat untuk aktif, ini adalah salah satu kenapa media sosial masih sebagai peran yang dianggap tidak terlalu “atraktif”. Ini sangat disayangkan, karena bis dikemas dengan banyak metode untuk hal ini, agar memang memunculkan nilai-nilai yang atraktif.
Atraktif dalam hal ini harus menyeimbangkan antara upaya membangun reputasi dan membangun brand images. Kita ketahui reputasi lahir dari masyarakat, sedang brand images dikembangkan dan dibangun mulai dari perusahaan. Karena memang ada perbedaan dasar antara reputasi dan brand images.
