Eva Nur Fauziyyah masih semangat untuk belajar dengan bukti ia tercatat sebagai mahasiswa Tasawuf Psikoterapi di Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Bandung. Setiap hari gadis ini berangkat kuliah dengan diantar oleh ayahnya yang tanpa lelah terus memompa semangat Eva untuk terus belajar.
Kesulitan dalam melakukan aktivitas kuliahnya tak jarang ia temui, terlebih ia adalah gadis yang tidak bisa berjalan normal, melainkan aktifitasnya terhambat oleh 2 roda yang harus selalu mengantarnya kemanapun ia pergi, ketika ia berada di gedung yang bertangga dan tidak terdapat lift, disitulah kesulitan yang muncul, namun Eva beruntung karena ia memiliki teman-teman yang selalu mengerti kondisinya dan selalu setia membantunya.
Anak pertama dari 3 bersaudara ini selalu merasa dirinya sama dengan siapapun yang ia temui, tanpa merasa bahwa dirinya berbeda, setiap aktivitasnya yang dilakukan ia selalu bertemu dengan orang-orang yang mengertinya dan membantu tanpa pernah ada yang mencemoohnya, karena ia selalu mempunyai satu keyakinan bahwa dirinya sama dengan siapapun yang ia temui.
Gadis ini sadar bahwa dirinya berbeda dengan teman-temannya namun ia tahu bagaimana cara mencapai segala cita-cita yang ia inginkan, yaitu dengan belajar dan selanjutnya dengan berdo’a dan banyak berkenalan dengan orang-orang baru, karena menurutnya itulah cara yang bisa ia lakukan agar cita-citanya bisa tercapai.
